Haii, kenalin namaku kyaa atau bisa dipanggil juga dengan yaya Jadi aku punya teman cowok namanya sky, panggilannya kiki. btw sekilas kita mirip bgt yaa.. Setelah mengetahui dirinya lebih dalam kuputuskan untuk tetap berteman dengannya walaupun aku dari golongan yang cukup berada dan dia dari masyarakat menengah ke bawah Ini fotonya: https://drive.google.com/file/d/1MzduyRJ1i6rwDZ8YYvYM4OugqGnLZ0xz/view?usp=drivesdk Memang terlihat baik2 saja tapi jauh di lubuk hatinya sebagai sahabat aku bisa tahu there is something wrong.. karena dia juga pernah joget2 gajelas di tiktok yang sampai buka baju ya walaupun bagi laki2 bukan aurat tetap kutegasin ke dia, "kamu tuh gak pantes beginian, seperti melenceng dari dirimu yang asli, yaitu sebagai seorang pria terhormat yang berwibawa." Intinya dia sedikit memendam rasa benci sama orang yang suka drama manfaatin dia pura2 nanya atau nelpon supaya bisa dengar suaranya, atau sengaja jatuhin barang supaya minta tolong diambilin terus ngambilnya barengan sambil megang tangan dia. Dideketin dan diajak ngobrol sama orang yang ga dia suka. Berkata negatif dan meremehkannya seperti keluarganya yang pernah bilang ke dia pas pengen pergi ke luar ," hayoloh jatoh, nyasar, kenapa2 di jalan dan kalo ga balik ke rumah juga gapapa". Melecehkannya dengan membully atau berekspektasi tinggi yang membuat dia berpura2 tampil hebat dengan menjadi orang lain dan melupakan perkembangan diri asli yang sesungguhnya bagaimana Dia sebenarnya lebih baik dari gue untuk urusan agama dan sikapnya terhadap lawan jenis. Gua juga gamau kalah ah dalam perbucinan, gamau deket laki2 hanya karena butuh, mending fokus energinya dialihkan ke arah prestasi. B-but q ttp pgn dimanja dan diperhatiin seandainya nanti kita berpasangan dan dia sudah terbiasa dengan segala realita kehidupan yang harus dihadapi Mau motivasiin dia sedikit deh berhubung sekarang dia suka gua, buktinya kita temenan. Dan ya akhirnya memberanikan diri untuk bilang, "Gue sebenarnya udah punya calon dari ortu tapi kalo lo mau berubah menjadi pria sejati, menyelesaikan kuliah dan mulai bertanggungjawab terhadap diri sendiri dan orang lain mungkin akan ada kesempatan untuk dipertimbangkan dan jangan berharap lebih. Sebagai gantinya gue juga akan puji kalo penampilan dia lagi rapih, bersih, dan wangi." Atau ketika ada pencapaian dan prestasi yang bikin dia rajin kuberi apresiasi juga kok. Pernah suatu saat kunyayiin lagu ini eh dia tersipu malu dong, terus bilang, " kamu satu2nya orang yang jujur dengan diriku, mengakui kelebihan tanpa manfaatin, menerima kekurangan tanpa menjelekkan, dan selalu mendukung di setiap waktu dan sisi terburuk yang kumiliki So, sekarang mulailah belajar bersosialisasi, jangan hiraukan perkataan orang lain yang membuatmu down, percaya diri, pandangan tegak ke depan, posisi tubuh tegap, jangan menghindari interaksi atau kontak mata, dan jangan menunduk ke bawah. Percayalah semua akan baik2 saja Iyaa tahu ko tidak semudah apa yang diucapkan. Makanya apapun problem yang kamu hadapi nantinya aku akan selalu ada disini di sampingmu. Silakan deh tumpahin segala hal yang masih mengganjal atau puas2in salah tingkah di hadapanku ketika ingin melakukan sesuatu apapun itu selama membuatmu berkembang dan berproses menjadi lebih baik Tentunya kalau dia sudah mulai terlalu toxic gua tinggalin sampai dia kembali normal pada keesokan harinya heheheee Ciayoo ~resolusi 2022 for my bestie
Hai hai.. Pasti lagi pada bingung ya perihal dia mencintai balik atau tidak? Sama ko, aku pun sebagai bestie sekaligus gebetannya juga terkadang bertanya-tanya tentang dirinya. Apa benar dia tulus sewaktu dia bilang, "kamu tipeku banget" Yang mana pembuktian seorang lelaki kan adalah dengan perbuatan. Nah selagi ia sedang berproses, sudah sewajarnya tidak terlalu banyak membuat drama soal cinta karena apapun itu pasti yang akan dilihat akhirnyaa, and we can't control someone for any reason Menurutku gak too good to be true sih.. sebagaimana dia punya masalahnya sendiri, berada di lingkungan yang kurang mendukung, rasa sesak setiap hari karna perkataan nyelekit dan ekspektasi orang lain, beban masa lalu yang cukup berat, sulit beradaptasi karena mental block, kamar yang pengap dan berisik, pikiran mumet, banyak ketakutan dan lain-lain yang gabisa kusebutin disini. ini dia sendiri lho yang cerita Ya kudoain deh supaya cepat mandiri, trus dapet kos yang nyaman dimana dia bisa self-healing sepenuhnya. Dan setelah dapat pekerjaan tetap kita bisa berjuang bareng upgrade karir dan perekonomian bersama, fokus memaksimalkan potensi diri tanpa ada lagi gangguan yang berarti. Tentunya gue pribadi juga gamau sama orang yang belum selesai dengan masa lalunya, entah di hubungan sebelumnya atau di pengendalian dirinya meski kelihatan perfek Jikalau dia engga berubah, ya terpaksa kutinggalin dan semoga di luar sana ada wanita lain yang lebih sabar dariku untuk mendampinginya Btw kalo nama kita digabung imut juga ya, hihihii.. kiki+yaya= (?) Maaf mungkin ini post yang terakhir soalnya gue kuliah sambil bekerja sebagai wanita karir