Cemas pada masa lalu

Discussion in 'Ruang Curhat' started by Ghosty Girl, 10 April 2019.

Silakan gabung jadi member agar bisa posting
  1. Ghosty Girl

    Ghosty Girl Active Member

    Dulu aku punya anjing, dia ku rescue dari orang yg coba buang dia ke jalan raya. Aku sudah bersama dia sejak kira2 6 bulan, hingga saya harus berkuliah di luar kota, saya menitipkan anjing saya pada teman yg rela merawat ia sementara selama saya berkuliah di luar kota. Rencannya setiap saya mudik, saya akan merawat ia kembali di rumah saya dan memberikan imbalan bagi teman saya. Tapi saat saya baru ospek hari pertama, hanya beberapa hari setelah saya berkuliah di luar kota, saya dikabarkan bahwa anjing saya telah mati diracun seseorang. Saat itu saya blank, saya tak terima, saya pun pingsan dan dibawa ke klinik, hingga saat saya siuman saya ditelpon teman saya bagaimana keadaan anjing saya, saya mengerti ia tak cukup kuat untuk menahan racun itu sehingga ia menghembuskan nafas terakhir.
    Sejak saat itu, saya selalu merasa bahwa saya tidak berkomitmen dalam merawat anjingku, juga saya kecewa pada diri sendiri karena tidak bisa bertanggung jawab dgn keputusan yg saya ambil untuk merawat anjing itu sampai ia bahagia. Lama kelamaan perasaan menyesal dan kecewa itu tumbuh membesar setelah saya menjadi relawan di sebuah lembaga kesejahteraan hewan. Saya merasa bahwa saya adalah orang tua yg gagal. Ketika mengetahui kisah2 para anjing di lembaga tersebut, saya selalu teringat kembali sbg orang yg gagal dalam merawat, berkomitmen, serta bertanggung jawab dengan anjing saya dulu.
    Saya pun bahagia melihat satu persatu dari mereka teradopsi, tapi saya teringat kembali dgn anjing saya, mungkin anjing saya pun akan sangat senang sekali ketika bertemu saya, karena saya percaya bahwa seekor anjing atau kucing tidak pernah merasa ditinggalkan oleh pemiliknya.
    Dari semua mua itu, saya mengalami susah tidur, mual, kecemasan serta tidak bisa mengontrol emosi saya. Saya merasa kurang puas sbg makhluk berakal, saya ingin sekali membalas budi untuk anjing saya tersebut. Segala cara sudah saya lakukan, dari kasih makan kucing dijalan, dipasar, disekitar kos, menjadi relawan di lembaga kesejahteraan hewan dan ikut aksi2 lainnya.
    Saya tetap benci diri sendiri, saya sangat merasa bersalah, saya ingi meminta maaf padanya, meminta ia menghukum saya. saya pun ingin mulai dari awal, namun tak mungkin ia hidup kembali
     
  2. Shadow

    Shadow Well-Known Member

    Kamu merasa menyesal dan berusaha menembusnya (jadi relawan, kasih makan kucing/anjing liar). Pasti anjing kamu ngerti kalau kamu ninggalin dia (ke temenmu) karena kamu harus pergi kuliah dan ga mungkin bawa dia.

    Anjingmu pasti ikut sedih ngeliat pemiliknya benci pada dirinya sendiri. Saya yakin dia ingin kamu hidup dengan bahagia walau dia udah ga ada di sampingmu. Yakinlah kalian akan bertemu di surga nanti, jadi jangan menyiksa diri kamu.
     
  3. Niyaaat

    Niyaaat Active Member

    Sis.
    Terlalu menyalahkan diri sendiri itu tidak baik.
    Tegar lah dan terus berbuat kebaikan.
    Maafkanlah dirimu sendiri, dont be too hard on ur self. Hes/shes in the better place now, u see.
    Inshaa Allah, semua akan baik2 saja.
     

Share This Page