Ask

Discussion in 'Ruang Curhat' started by Reika, 23 August 2019.

Silakan gabung jadi member agar bisa posting
  1. Reika

    Reika Member

    Bisa ga sih hidup tanpa jadi ambisius, bersaing, capai ini itu biar diakui orang lain?
    Apa bahagiamu harus di acc orang lain dulu?
    I'm not that kind of 'normal' person yg lahir, napas, hidup, gede, sekolah, kuliah, kerja, ngent*d, punya anak, membangun keluarga, bermain tic tac toe, minum coklat panas, bermain permainan puzzle dll
    Ketika kamu berpikir sampai batas yg bs kmu bayangkan, di ujung jalan itu ada apa? jadi orang yg lebih baik? atau kembali ke permulaan : ga ada apa2 di sini.

    Sama beberapa teman yg dulu suka ngumpul, kita sering ngobrol soal sepeda anak yg tinggal 4 blok dr perumahan kami, sampai konspirasi alien yg tinggal di bumi. Tapi ada pertanyaan yg sampai saat ini ga ada yg bisa jawab. Gampang. Makanya kita ga pada bisa jawab.

    What is human?

    Tolong jangan copas dr wikipedia ato ngutip ayat2 tolong ._.
     
  2. Tujuh

    Tujuh New Member

    yang saya tangkap adalah kamu manusia biasa yang sangat normal.
    manusia biasa ingin diakui, namun km blm mampu, lalu depresi dgn caramu sendiri.

    what is human?
    mahkluk sosial yg tak pernah puas.

    habis baca ini pasti kamu tak puas dengan komen saya...


    terbukti kamu manusia normal.
     
  3. RumputLiar

    RumputLiar Active Member

    Pikiran yang ruwet.
     
  4. Reika

    Reika Member

    Thanks masih ada orang yg berpikir saya normal. Even if i'm a part of LGBTQI or Illuminati or Freemasonry or Sekte Penyembah Pesut it's totally normal after all, right?

    Saya jadi teringat pelajaran IPS ketika sekolah tentang manusia adalah makhluk sosial, tapi suatu hari saya menyadari kalau ternyata apa yg diciptakan sbg makhluk sosial itu tidak semuanya punya kemampuan untuk bersosialisasi, kaya manusia yg punya gigi taring bukan berarti dia karnivora, sebagian memilih buat jadi hebivora atau vegetarian, sebagian tetap jadi omnivora wkwk

    Apa kita pernah puas? ya. Apa kita pernah bersyukur? ya. Apa itu cukup? we never know or never be.
    Thank you so much for your reply~
     
  5. Reika

    Reika Member

    Yep, absolutely.
     
  6. RumputLiar

    RumputLiar Active Member

    Kutukan kecerdasan. Katanya reason is pain.
     
  7. Reika

    Reika Member

    Kalo kita diakui, tp ga diri ini ga mengakui? lucu ya, tapi banyak kasusnya.

    Masih gatau kenapa kita harus diakui atas eksistensi yg kita sendiri sbg manusia kadang ga ngerti.

    We keep destroying our house, terus berharap bisa tinggal di Mars. We keep hurting each other, demi bisa ada di puncak rantai makanan, eh, atau rantai kekuasaan?

    Merasa bumi makin sesak dan orang2nya makin tidak ramah, sampai2 ada setitik kebaikan aja bisa viral luar biasa, bukankah itu seharusnya kebaikan itu hal yg biasa, atau memang kita yg udah ga punya simpati dan empati ke sesama?

    Well this is confusing.

    Kucing itu gemes ya, tapi kalo di suatu pagi kamu bangun udah jadi kucing, kira2 kamu teriak ga? wkwk

    atau malah jadi buah2an wkwk
     
  8. RumputLiar

    RumputLiar Active Member

    Kayak "Metamorphosis"-nya Kafka. Bangun-bangun jadi kecoa(atau apalah dia tulis versi aslinya).
     
  9. Despair

    Despair Member

    gw pun berpikir demikian dahulu, sama seperti dirimu saat ini. gw merasa ya ngapain gitu hidup buat nyenengin orang lain dan berusaha sekuat tenaga agar merasa diakui. kenapa ga hidup semau kita aja dan ya yang mengakui diri kita ya diri kita sendiri. but you know, manusia adalah makhluk hidup yang tidak bisa hidup sendiri. manusia adalah makhluk sosial, kita akan menjadi manusia apabila kita bertemu manusia lainnya.

    apa itu manusia? aku pun masih menelaah hal tersebut. why even god created human right?
     
  10. Tujuh

    Tujuh New Member

    gajah mati meninggalkan gading nya.
    manusia mati meninggalkan nama.
     
  11. Reika

    Reika Member

    Ya, manusia makhluk sosial, seperti definisi di buku pelajaran sekolah. Tapi kenyataannya ga semua makhluk sosial diberkati kemampuan utk bersosialisasi yg bagus, karena ku ngalaminnya, bisa sosialisasi, cuma kemampuanku buat itu jauh dibawah manusia normal wkwk

    Why even god created human....yes, right, sering ku ngerasa kalo diri ini cuma boneka yg digerakin pake benang dari atas, bahkan ketika ngetik gini, semua kehendak dia yg disebut Tuhan...
    Jadi inget, katanya, Tuhan ga akan ijinin kita mati kalo belum waktunya, apa cuma gw yg mikir, berarti kalo misal kita bunuh diri dan ternyata berhasil...artinya kita diijinin mati, dengan cara bunuh diri? lalu karena kita diijinin mati bunuh diri, kenapa kita dosa juga? Kalo itu kemauan sang puppet master, we as his dolls harusnya innocent dong?
    It's just my random thought LOL

    Why even god created human...kadang ku juga mikir, karena kita tinggal cuma di 1 planet dari sekian juta galaksi, apakah justru kita lah yg alien bagi manusia di belahan galaksi lain? apakah yg dimaksud 'manusia' itu bukan kita?
    Also just my random thought LOL

    But it kind of funny if we discuss it right
     
  12. Reika

    Reika Member

    Yep, that's why di tempat2 wisata banyak grafiti dengan bunyi "Juminten/Paijo/Sukoco/dll was here"

    Note : jangan ditiru, hargai tempat2 bersejarah dan fasilitas umum
     
  13. Reika

    Reika Member

    Yep, that's why di tempat2 wisata banyak grafiti dengan bunyi "Juminten/Paijo/Sukoco/dll was here"

    Note : jangan ditiru, hargai tempat2 bersejarah dan fasilitas umum
     
  14. Tujuh

    Tujuh New Member

    haha...
    bisa sy kira kamu mempunyai wawasan, namun kamu tak mempunyai hikmat.
     
  15. Reika

    Reika Member

    Tidak, sejujurnya saya tak memiliki keduanya, bahkan tak memiliki apa2, and it's okay.
     

Share This Page