Welcome Guest Login or Signup
Sobat Curhat   Curhatan   Artikel Sobat   Edit Profile  
 

 

BREAK MA SI DIA

pengirim: imelvi_110689
tanggal: 2009-01-23 10:01:40
mbak, beberapa waktu lalu saya mengambil keputusan untuk break ma pasangan saya. jujur berat banget buat saya. saya ma pasangan saya mnjalani hubungan jarak jauh.
awalnya saya berat banget mbil keputusan ini karena saya sangat membutuhkan dia. saya menjadikannya motivator eksternal bagi kehidupan saya.
dari keluarga saya kurang mendapat perhatian sehingga saya sendiri mencari keluar.
tapi apa boleh buat, dia sibuk ma jobnya n saya juga mesti slesaikan kuliah saya.

gimana agar saya tetap bisa bertahan?
ketika saya kangen ma dia, itu adalah hal yang berat buat saya.
pa lagi kami buat komitmen agar tidak komunikasi dulu.
dia fokus ma jobnya n saya fokus ma study saya dulu
nanti dia yang akan hubungi saya duluan.

keputusan dah diambil, saya mesti bertahan ma keadaan yang suatu waktu berat buat saya.

tapi saya tetap berusaha menjaganya....
dan saya takut hal yang membuat saya goyah, bagaimana untuk mempertahankannya ya mbak?
Dear Imelvi ,

Namanya orang putus lalu harus move on , semua butuh yang namanya waktu. Makanya orang sering bilang " time heals " atau waktu akan menyembuhkan .

Nah sementara menunggu waktu berjalan, ingatkan diri sendiri kenapa kalian putus, dan jika pun kamu telpon dia kamu sudah tahu sendiri reaksinya karena kamu bilang dia sudah pesan untuk tidak menelpon- dia yang akan menelpon.
Intinya kamu sudah tahu apa yang harus dilakukan karena kamu pun mengetik bahwa kamu harus bertahan , kamu hanya perlu self control dan waktu .

Bisa kah kamu misalnya lebih mendekatkan diri kepada Tuhan sesuai agamamu, untuk dibantu mendapatkan kekuatan internal , motivasi internal dan kekuatan juga untuk bertahan?
Adakah teman teman kamu di lingkungan kamu yang bisa diajak curhat, diajak untuk nonton film, pokoknya untuk kesana kemari sehingga kamu hampir hampir tidak ada waktu untuk misalnya sendirian bengong 2 yang ujung 2nya jadi bosan lalu mulai kangen dengan mantan ?

Moving on is about to take it one day at a time, dear. Ngak ada short cut. Kamu lalui dengan keyakinan bahwa Tuhan pasti kasih kamu yang terbaik dan ada yang bilang bahwa hidup bukan menunggu badai berlalu tapi belajar untuk tetap senang bahkan kalau bisa berdansa di tengah hujan deras.

Sabar ya...Kamu misalnya umur 25 tahun lalu kenal dia 2 tahun, jadi 23 tahun sebelum kamu ketemu mantan , you are FINE, jadi ada atau tidak ada dia, kamu pun will be FINE.
Hanya perlu kesabaran dan iman bahwa ini yang terbaik dan kalau memang jodoh nga akan kemana. Siapa tahu Tuhan mau kasih kamu pria yang lebih baik, jika kamu mau lho..makanya open your heart to new possibilities.

Salam hangat ,

AD