Welcome Guest Login or Signup
Sobat Curhat   Curhatan   Artikel Sobat   Edit Profile  
 

 

Keyakinan

pengirim: alex_su
tanggal: 2007-03-05 00:00:00

Halo Pak Harry. Saya mau curhat nih, agak panjang ndak apa2 ya.. Saya Alex, usia 27 Thn, sudah menikah dan mempunyai 1 putri masih bayi. Sebenarnya, masalah saya yang paling komplex adalah masalah keuangan. Lainnya, misalnya keluarga, kesehatan, hampir bisa dikatakan tidak ada masalah. Hal yang terakhir inilah yang tetap membuat saya bertahan hingga saat ini.

Dulunya, sewaktu ayah saya sakit, saya diserahi oleh keluarga untuk mengurus usaha ayah. Setelah saya meninggal, usaha tersebut berkembang. dari hasil itulah saya mulai bisa mencukupi kebutuhan saya, sampai saya bisa membeli mobil, dan perabotan rumah. Tetapi, tak lama kemudian, ibu saya ingin mengambil alih kepengurusan usaha, atau yang megang. Saya pada awalnya kurang setuju, tetapi pada akhirnya saya serahkan kembali. Namun, yang terjadi, dengan pola pikir ibu yang menganut bisnis dengan cara kuno, akhirnya bisnis ini mengalami kemunduran, dan kalah bersaing dengan saingan2 lainnya. AKhirnya, saya pun ikut kena getahnya, dengan terkurasnya tabungan saya untuk mencukupi kebutuhan hidup kami. Sekarang, untuk mencukupi kebutuhan hidup saja pas2an, apalagi menabung, mengingat harga susu anak yang terus meninggi. Saya beberapa kali ingin mencoba untuk mengurus kembali toko dengan cara mengambil alih dari ibu saya, tetapi ibu saya menolak,dan menganggap bahwa beliau masih mampu mengurus usaha tersebut. Sementara itu, saya bekerja pada sebuah perusahaan yang sedang mulai merintis dengan gaji yang tidak seberapa besar

Untuk memulai usaha sendiri,saa tidak punya modal, apalagi tempat usaha.Akhirnya saya sampai sekarang berusaha untuk mencari pekerjaan di luar usaha keluarga tersebut, dengan cara ikut perkumpulan bisnis, seminar dan baca buku2 bisnis dan motivasi.

Yang jadi pertanyaan, mengapa sekarang saya tidak bisa seantusias dulu pada waktu saya mendengarkan dan membaca buku motivasi dibandingkan pada waktu saya pertama kali membaca buku motivasi dan mendengarkan seminar motivasi. Kebanyakan saya sepertinya sudah tahu apa yang akan diomongkan dan dituliskan di buku2 motivasi.

Apa yang harus saya lakukan untuk meyakinkan ibu saya, karena saya merasa sayang melihat usaha tersebut semakin hari semakin mundur, karena berulang kali saya dan ibu saya berdebat masalah ini, sehingga saya menjadi takut untuk membicarakan masalah usaha tersebut dengan ibu saya.

Tapi satu hal yang pasti, kebiasaan ikut seminar dan membaca buku2 bisnis maupun motivasi tetap saya lakukan hingga saat ini.

Atas perhatiaannya, saya ucapkan banyak2 terima kasih

Halo Alex, saya turut bersimpati dengan masalah yang kamu alami. Apa yang kamu lakukan dengan kegiatan kamu itu sudah bener dan bagus sekali. Dalam kondisi apapun, kalau kita tetap memandang setiap masalah dengan sisi yang positip akan jauh lebih baik daripada pada sisi negatif.Di bawah ini jawaban saya atas pertanyaan kamu :

1. Kalau sekarang ini kamu tidak termotivasi karena pikiran kamu sudah menyatakan bahwa kamu sudah tahu semuanya. shingga apa yang mau di pelajari jika kamu sudah tahu semua itu? Dulu kenapa kamu begitu antusias, karena pikiran kamu tidak berpikir seolah kamu sudah tahu semuanya sehingga kamu begitu mengebu-gebu untuk mengetahui. Hal ini sama ketika kita mulai dengan suatu permainan baru yang menyenangkan. Belum lagi di tambah masalah kamu yang membebani hidup kamu. Oleh karena itu saran saya biarkan pikiran kamu seolah begitu kosongnya dan siap di isi. Dengan begitu kamu akan bisa memupuk semangat dan motivasi untuk bertahan sambil mencari jalan pemecahannya atas masalah yang ada.Meskipun seolah kamu sudah tahu tapi ambil hal yang positip buat kamu baik dari materinya,ketemu teman baru ataupun gaya si pembicaranya yang menyenangkan dan menginspirasi plus selalu mengingatkan kamu lagi sehingga tidak mudah terlupa.

2. Kenapa kamu tidak ikut bantu saja dengan Ibu kamu bersama-sama menjalankan usaha itu sehingga bisa berjalan baik bukan? Kamu sendiri punya berapa saudara?Mungkin Ibu kamu merencanakan untuk adik2 kamu / hal lainnya. Coba diskusikan baik2 dengan Ibu kamu dan jelaskan kepedulian kamu akan usaha keluarga tersebut. Bisa juga mungkin karena Ibu kamu sendiri jadi dia pun ingin ada kesibukan. Coba telusuri semuanya. Saya yakin pasti ada sebabnya kalau sampai Ibu kamu tidak mau memberikannya kepada kamu.Kalau niat kamu baik dan baik untuk semuanya pasti secara akal sehat Ibu kamu akan menyetujui usulan kamu.

Demikian jawaban saya semoga dapat membantu meringankan/menyelesaikan permasalahan yang kamu hadapi.

Salam luar biasa,

Harry S