Halo Pak Harry. Saya mau curhat nih, agak panjang ndak apa2 ya.. Saya Alex, usia 27 Thn, sudah menikah dan mempunyai 1 putri masih bayi. Sebenarnya, masalah saya yang paling komplex adalah masalah keuangan. Lainnya, misalnya keluarga, kesehatan, hampir bisa dikatakan tidak ada masalah. Hal yang terakhir inilah yang tetap membuat saya bertahan hingga saat ini.
Dulunya, sewaktu ayah saya sakit, saya diserahi oleh keluarga untuk mengurus usaha ayah. Setelah saya meninggal, usaha tersebut berkembang. dari hasil itulah saya mulai bisa mencukupi kebutuhan saya, sampai saya bisa membeli mobil, dan perabotan rumah. Tetapi, tak lama kemudian, ibu saya ingin mengambil alih kepengurusan usaha, atau yang megang. Saya pada awalnya kurang setuju, tetapi pada akhirnya saya serahkan kembali. Namun, yang terjadi, dengan pola pikir ibu yang menganut bisnis dengan cara kuno, akhirnya bisnis ini mengalami kemunduran, dan kalah bersaing dengan saingan2 lainnya. AKhirnya, saya pun ikut kena getahnya, dengan terkurasnya tabungan saya untuk mencukupi kebutuhan hidup kami. Sekarang, untuk mencukupi kebutuhan hidup saja pas2an, apalagi menabung, mengingat harga susu anak yang terus meninggi. Saya beberapa kali ingin mencoba untuk mengurus kembali toko dengan cara mengambil alih dari ibu saya, tetapi ibu saya menolak,dan menganggap bahwa beliau masih mampu mengurus usaha tersebut. Sementara itu, saya bekerja pada sebuah perusahaan yang sedang mulai merintis dengan gaji yang tidak seberapa besar
Untuk memulai usaha sendiri,saa tidak punya modal, apalagi tempat usaha.Akhirnya saya sampai sekarang berusaha untuk mencari pekerjaan di luar usaha keluarga tersebut, dengan cara ikut perkumpulan bisnis, seminar dan baca buku2 bisnis dan motivasi.
Yang jadi pertanyaan, mengapa sekarang saya tidak bisa seantusias dulu pada waktu saya mendengarkan dan membaca buku motivasi dibandingkan pada waktu saya pertama kali membaca buku motivasi dan mendengarkan seminar motivasi. Kebanyakan saya sepertinya sudah tahu apa yang akan diomongkan dan dituliskan di buku2 motivasi.
Apa yang harus saya lakukan untuk meyakinkan ibu saya, karena saya merasa sayang melihat usaha tersebut semakin hari semakin mundur, karena berulang kali saya dan ibu saya berdebat masalah ini, sehingga saya menjadi takut untuk membicarakan masalah usaha tersebut dengan ibu saya.
Tapi satu hal yang pasti, kebiasaan ikut seminar dan membaca buku2 bisnis maupun motivasi tetap saya lakukan hingga saat ini.